Shoot Timer 24 sec

Beberapa waktu yang lalu saya dimintai seorang teman lama yang masih aktif dalam urusan per-Basket-an untuk membuat Shoot Timer 24 sec. Timer ini digunakan untuk membatasi/pengingat waktu serang sebuah Tim dalam permainan Basket. Setiap TIM diberikan waktu selama 24 detik untuk melakukan serangan dan harus menembakkan bolanya ke jaring lawan. Bila tidak, TIM tersebut akan mendapat  pelanggaran berupa “24 second violation” dan bola akan diberikan kepada TIM lawan.

Fitur Shoot Timer yang diminta adalah :

  1. Dapat melakukan hitungan mundur (countdown) dimulai dari 24 dan berhenti pada 00.
  2. Memiliki fasilitas stop/pause countdown apabila ada bola mati dan dapat melanjutkan countdown pada saat pertandingan dimulai kembali.
  3. Pada saat stop/pause, fasilitas penyesuaian angka seperti menambahkan dan mengurangi (up/down) juga harus disediakan. Karena mungkin saja ada kesalahan operator pada saat melakukan “pause” tidak tepat bersamaan  pada saat bola mati.
  4. Reset, apabila bola direbut oleh TIM lawan dan mulai menghitung mundur dari 24.

Ok, melihat dari permasalahan dan spesifikasi diatas, akhirnya dilakukan perancangan rangkaian. Keluarga ATMEL dalam hal ini AT89C51 dipilih sebagai microcontroller yang Nota bene otak utama rangkaian elektronika ini. Dasar pemilihan AT89C51 karena yah, waktu membelinya di Bandung kebanyakan, hehehe, jadi habisin dulu stok yang ada ya…

Untuk tampilan 7 segment-nya, terpaksa harus menyusun sejumlah LED dengan rapi agar terlihat dari tengah lapangan. Selain itu, 7 segment yang tersedia di pasaran masih belum cukup besar untuk terlihat dari tengah lapangan. LED yang disusun untuk 1 segment-nya berjumlah 20 pcs LED, untuk 7 segment  atau 1 digit diperlukan 20 x 7 = 140 pcs LED, sehingga  untuk  satu box timer diperlukan 2 x 140 = 280 pcs LED. Belum cukup juga, Timer diperlukan sebanyak 2 box yaitu untuk dipasang pada tiap-tiap Ring.Well, akhirnya diperlukan 2 x 280 = 560 pcs LED. Bisa dibayangin kan? Pegel juga tuh nyoldernya.

Setelah selesai perakitan, tahap pengetesan dan ternyata karena di disain dengan benar, maka tidak ada persoalan berarti yang ditemui, alias perangkat berjalan normal.

Selesai? Ternyata belum, akhirnya masalah ditemui pada saat box timer dan box control dihubungkan dengan kabel UTP yang  panjangnya (+- 36 meter). Tampilan digital mendadak berubah, tidak mengeluarkan angka Arabic, tetapi angka dari planet mana gitu..

Hmmm… Tebakan kesalahan merujuk kepada tidak sesuainya impedansi kabel UTP dengan impedansi data dan clock yang dikirimkan dari box control. Sedikit modifikasi dengan memparalel resistor/tahanan 100 ohm di output data dan clock pada rangkaian control dengan harapan dapat menyesuaikan impedansi rangkaiannya dengan kabel UTP.

It’s done… Akhirnya berhasil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: